Tampilkan postingan dengan label KEBAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEBAYA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Mei 2011

SEPUTAR BUSANA KAIN KEBAYA SUNDA DENGAN ASSESORIESNYA


Dalam tulisan ini, penulis hanya mencoba memaparkan secara singkat historis, jenis serta cara pemakaian berbusana kain kebaya Sunda. Mungkin bermanfaat bagi wanoja Sunda yang ingin berbusana kain kebaya Sunda sesuai dengan norma-norma yang baik dan benar. Tulisan ini disarikan dari pengalaman penulis yang pernah menjadi juri/penatar Pemilihan Mojang dan Jajaka Parahiyangan/Jawa Barat dari tahun 1988-2001.
PURWA WACANA


Berbusana Nasional bagi wanita Indonesia, identik dengan berkain kebaya. Bagi wanita Sunda, berbusana kain kebaya merupakan cara berbusana yang kharismatik. Tetapi pengetahuan mengenai cara berbusana kain kebaya, masih belum merata diketahui para wanita. Maka tidaklah heran bila dalam prakteknya, banyak para wanita yang tidak laras dalam berkain kebaya. Sering campur aduk antara yang tradisional/klasik, modifikasi, inovasi dengan kreasi.
Dari hasil berbincang dan bertukar informasi dengan para pakar busana tradisonal Sunda, termasuk para penata rias pengantin yang pernah digagas oleh Diparda (1955) dan Disbudpar Prop. Jabar (2001); dalam kegiatan pelaksanaan pemilihan Mojang & Jajaka Parahiyangan (Jawa Barat), dapat disimpulkan beberapa ciri khas berbusana kain kebaya Sunda, seperti tertulis di bawah ini.
KAIN BATIK


Masyarakat umum sering beranggapan bahwa batik yang ada di Jawa Barat, berasal dari Kebudayaan Jawa (Jawa Tengah). Hal ini tidak seluruhnya benar, sebab menurut Naskah Kuna Siksa Kanda’ng Karesian Sarga XVII dan XVIII, dikatakan bahwa ada segala macam kain (motif ornamen), seperti:


kembang mu(n)cang, gagang senggang, sameleg, seumat sahurun, anyam cayut, sigeji, pasi,kalangkang ayakan, poleng re(ng)ganis, jayanti, cecempaan, paparanakan, mangin riris, silih ganti, bebernatan, papakanan, surat awi, parigi nyengsoh, gaganjar, lusian besar, kampuh jaya(n)ti, hujan riris, boeh alus, ragen panganten. Tentang segala macam kain, tanyalah pangeuyeuk (ahli tekstil). Begitulah menurut naskah SSK (1440 Saka = 1518 M).
Dari sekian banyak jenis nama motif ornamen di atas sekarang sudah tidak dikenal lagi,atau walaupun masih ada telah berganti nama, sehingga sulit untuk dirunut kembali.


Pernah ada perbincangan di antara beberapa budayawan, mengenai jenis batik Jawa Barat. Meskipun bukan keputusan final telah diinfentarisir untuk sementara, bahwa ada beberapa sentra pembuatan batik yang berciri khas, baik motif ornamennya maupun warna dasarnya, yaitu:
  • Batik Garutan (berasal dari Garut). Berlatar dasar lebih cerah (nuansa warna putih, kuning muda/gading). Motifnya lebih banyak berupa Rereng (dengan segala variasinya). Sangat berkemungkinan untuk terus berkembang, dengan motif lebih beraneka warna. Beberapa jenis batik Garutan sering dipakai untuk keperluan Pengantin.
  • Batik Ciamisan (berasal dari Ciamis). Latar dasar merah maron. Motif ornamen Rereng bergaya tradisional. Sudah tidak berkembang lagi.
  • Batik Bantenan (berasal dari daerah Banten). Latar dasar berwarna biru (nila) dengan segala nuansanya. Motif ornamennya berbentuk flora dan corak geometris.
  • Batik Trusmian (daerah Cirebon). Berlatar dasar warna pastel, nuansa variasi biru, abu-abu, hijau, coklat muda, gading. Motif ornamen: flora, fauna, mega, bintang, matahari, batu karang, ombak dan arsitektur gaya Cirebon.
  • Batik Dermayon (Indramayuan). Latar dasar cerah, nuansa warna merah, kuning, hijau, biru, putih. Motif ornamen bentuk-bentuk geometris, flora, fauna termasuk fauna laut. Ada nuansa ornamen Cina.
Dalam perkembangan seterusnya, ciri khas setiap daerah ini ada yang tetap berpijak pada kekhasannya tetapi ada pula yang bergeser menurut mode dan selera pasar.
KEBAYA


Secara historis, perkembangan kebaya wanita Sunda bisa dirunut dengan memperhatikan kebiasaan berbusana wanita Sunda dari yang sederhana sampai busana kebaya masa kini, ialah:
  • Masa awal, hanya menggunakan a p o k, ditutup dengan selendang.
  • Masa jaman pertengahan. Baju salontreng, yaitu semacam baju kurung.
  • Masa sekarang. Baju kebaya dengan bermacam, a.l:

    - Corak Sartika (Kartini) cirinya memakai surawe/lidah, kraag.

    - Corak Cowak, bersegi empat, segi lima atau variasi lainnya.
Dalam perkembangan selanjutnya, karena pengaruh mode yang terus bermunculan, maka ada kebaya bergaya sonday, pungsat, berwarna polos, bermotif tradisional maupun moderen, brukat, aplikasi, bersulam, berprada dsb.


Yang jelas kebaya Sunda tidak menggunakan beef (kebaya ber-beef adalah kebaya Jawa, perkembangan dari pemakaian stagen).


Menurut salahseorang pakar busana wanita, kata kebaya berasal dari kata cambay, nama sebuah daerah/kota di Persia.
ASSESORIES


Bila berkebaya jenis Sartika, maka:


- Selop/alas kaki harus tertutup.


- Kalung dipakai di dalam (tidak berjuntai ke luar.


- Penitik dapat bersusun tiga, bross atau rantay.


- Kurabu/Subang: Kurabu harus yang bermata (intan, berlian, imitasi). Tidak boleh anting-anting.


- Bisa berselendang bisa pula tidak.
Bila berkebaya jenis Cowak, maka:


- Selop/alas kaki menggunakan yang terbuka (terlihat jari kaki).


- Kalung dengan ukuran pendek dipakai di dalam, melekat ke leher.


- Tidak menggunakan penitik sebagai hiasan (bros dsb).


- Kurabu/Subang, bisa menggunakan bentuk kreasi baru, asal jangan menggunakan anting-anting.


- Memakai selendang yang bermotif atau polos.
SANGGUL


Pada dasarnya ada beberapa macam jenis sanggul, dari yang tradisional sampai dengan modivikasi dan kreasi baru.


Untuk yang tradisional, bagi “Mojang Sunda” adalah bergelung Pasundan (jenis sanggul inilah yang dipakai dalam kriteria pemilihan Mojang Parahiyangan/Jawa Barat) dengan assesories menggunakan hiasan rambut (bunga melati, di bagian atas sanggul dan sejenis rangkaian melati disisipkan di bagian pinggir, yang disebut kembang kapol)


Untuk yang sudah berkeluarga, atau para wanoja, maka yang digunakan adalah Gelung Ciwidey, jenis pembuatan sanggulnya khas, yaitu ada yang disebut Alip diais ku Enun. Assoseriesnya adalah bunga melati dengan sisir pinti yang disisipkan pada sanggul bagian atas.
CATATAN LAINNYA


Bagi wanita muslimah, selendang biasa digunakan sebagai kerudung (penutup kepala), ada yang dikerudungkan biasa saja, tetapi secara tradisional biasa disebut dengan mudawaroh, dikenal pula gelung Puspasari, yang di daerah Jawa disebut dengan gelung Malang.


Ada dikenal pula gelung Chiyoda (Nama sebuah toko di Bandung, ketika Jaman Jepang), bentuk sanggulnya seperti gaya Jepang.


Adapun gelung Jucung (jangkung), pada jaman dulu digunakan di kalangan rakyat, sekarang digunakan untuk para celebriti dan penari, termasuk gadis penerima tamu yang berkain kebaya modis.


Pernah dipakai pula gelung Cokbay (dicocok sina ngambay), sanggul jenis ini hampir serupa dengan sanggul Bali. Digunakan sehari-hari dalam situasi santai.
* 1995-2002
Sumber : Sundanet

Senin, 11 April 2011

ADJIE NOTONEGORO

CIRI KHAS KEBAYA RANCANGAN ADJIE:
Kaya dengan detail dan selalu menyiratkan kemewahan. Adjie cenderung mempertahankan garis klasik kebaya dengan permainan warna-warna lace, payet, dan batuan dalam nuansa warna senada atau one tone.

Adjie Notonegoro adalah salah satu perancang papan atas Indonesia. Praktis kiprah didunia fashion Indonesia dikenal publik secara luas. Kepiawaian didunia rancang sudah diakui di negara ini dan juga dimanca negara. Pria yang ramah ini kerap diundang di negara lain untuk memperagakan koleksi-koleksi  rancangannya dan telah memperoleh sejumlah penghargaan, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Sebagai bukti, salah satu karya masterpiace-nya , sebuah kebaya couture dan batik mendapatkan kehormatan menghuni museum fashion bergengsi Museo Del Traje, The International Fashin and Costume Museum di Madrid Spayol, serta juga di Museum National de Laos di Vientiane , Laos. Tidak hanya itu pada tahun 2007, Adjie juga menyerahkan karyanya terbaiknya, berupa sebuah gaun pengantin couture bermotife batik yang terbuat dari sutera sifon dan organza, pada Natinal Gallery of Australia. 


Setelah menamatkan sekolah mode di ESMODE  MODELLE  L'ECOLE Paris dan Mueller und Sohn Modeschule, Dusseldorf di Jerman, ia mantap berkarir sebagai desainer ditanah ir dengan mendirikan rumah mode berlabel HOUSE OF ADJIE pada tahun 1986. Di awal karir di Indonesia, Adjie banyak merancang gaun malam, gaun cocktail, gaun pengantin dan juga kebaya. Garis cangannya  berstruktur dan terkenal dengan detail yang "njelimet" dan banyak mengundang kekaguman pada karyanya. Sebagai desainer yang menghargai budaya Indonesia, ia juga kerap mengangkat motif tradisinal khas Indonesia, seperti misalnya kain batik yang dirancangan dalam garis moderen. Pada tahun 1987, ia menjadikann kreasi batik sebagai satu line rancangannya.

Tahun 1989, ia mulai merancang motif batik  diatas sutra dan organdi. Seiring dengan inovasi-inovasinya dalam dunia rancangan Indonesia, karir modenya berjalan mulus. Bermodal bakat, kreativitas dan ilmu yang dimilikinya , berhasil menjadi salah satu desainer papan atas dan kebanggaan negeri ini dengan kerap memperkenalkan nama Indonesia di manca negara lewat karya-karyanya. Hal yang paling membanggakan bagi Adjie, tentunya ketika ia dipercaya untuk merancang batik untuk dikenalkan oleh tamu negara yakni para kepala negara yang berkunjung ke Indonesia seperti Sultan Brunei, Sultan Bolkiah, mantan presiden AS, Bill Clinton, dan presiden Fidel Castro.

Didalam negeri sendiri sudah tak terhitung banyaknya kalangan papan atas baik dilingkungan pejabat, selebritis dan pengusaha  yang mengenal rancanga Adjie. Salah satunya mantan presiden Almarhum Gus Dur (Abdulrahman Wahid). Kepercayaan ini tentu saja tak diraih Adjie dalam semalam. Latar belakang pendidikan formal desain yang handal serta kerja keras plus ketekunan nya, merupakan dasar yang kuat yang mengantarkannyasebagai perancang.

Adjie juga dikenal sebagai perancang kebaya yang konsisten. Ia berkomitmen untuk melestarikan busana nasional ini dengan merancang busana kebaya yang anggun, indah, elegance dan mewah. Tidak hanya wanita dewasa saja yang menjadi pelanggan Adjie. Sejak Maret 2010, Ia meluncurkan Labella yang dikhususkan bagi para remaja putri. rasanya lengkap keinginan Adjie untuk mempercantik wanita Indonesia lewat karya-karyanya. 

Sumber ; Kebaya in Style Volume 1/2010 


Rabu, 06 April 2011

PESONA KEBAYA

Kebaya sejak dahulu kala ya terkesan monoton dan hanya begitu saja tidak ada bedanya dengan busana yang lainnya. Kalau dipikir agak membosankan juga sehingga diperlukan keberanian untuk keluar dari garis kebiasaan yang sudah lama ada atau yang lebih kita kenal dengan istilah keluar dari "pakem kebaya". Karena dahulu kebaya merupakan pakaian tradisional harian yang dipake oleh nenek moyang kita untuk melakukan aktivitas biasa sehari-hari. Sedangkan pada jaman modern saat ini Kebaya merupakan busana yang dikenakan pada saat-saat acara yang penting, dimana para wanita pada moment - moment yang penting tersebut berkeinginan tampil tidak seperti biasa, ingin tampil lebih kelihatan cantik, anggun banhkan glamour. Dalam mendesain kebaya untuk mendapatkan exposure seperti diatas didalam pencarian variasi dan aksesoris dibutuhkan sedikit sensasi dan keberanian untuk ber-experimen. Prinsip inilah yang harus kita pegang .

Kebaya harus merupakan sebuah karya yang mempunyai tema yang seolah - olah didalamnya mengandung sebuah cerita yang tersirat, sehingga pada saatnya nanti dikenakan oleh pemakainya mempunyai kesan merupakan sebuah busana yang bernyawa yang menyatu dengan kepribadian sipemakainya. Kebaya tidak saja harus menampilkan sisi menarik dari jiwa muda dan menunjukkan keindahan lekuk tubuh pemakainya sehingga menampilkan kesan romantis serta sensual tetapi juga harus dapat lebih memunculkan kecantikan dan kepribadian dari dalam jiwa si pemakainya. Jadi jangan sampai tidak menyatu dengan kepribadian si pemakainya pada saat dikenakan. Betapa sebuah momen yang penting dan tidak pernah terlupakan sekali seumur hidup serta betapa sucinya hari pernikahan terus berlanjut ke saat-saat indah menjelang bulan madu penuh arti.

Sebuah kebaya yang yang tampil beda. Kebaya yang memadukan pengungkapan sisi menarik dari kepribadian si pemakai dan harus dapat menutupi kekurangannya. Ada yang ingin tampil dalam gaya tempo dulu. Ada yang ingin membalut menutupi tubuhnya. Sebaliknya, bagi yang biasa ingin tampil seksi juga ingin menimbulkan kesan bahwa dirinya mempunyai bentuk tubuh nan indah.

Memang pesona sebuah kebaya terutama kebaya pengantin bukanlah terletak dari harganya yang mahal , bahan yang istimewa atau banyaknya pernik hiasan yang gemerlapan, melainkan terletak pada keserasian antara rancangan busana pengantin itu dengan kepribadian dan aura sang pengantin yang mengenakannya.

Dalam bahasan  blog ini selanjutnya kami  akan memberikan ide, inspirasi dan kretivitas bagi anda yang ingin mengolah serta menambah keragaman kebaya . Berpeganglah bahwa menciptakan variasi dibutuhkan suatu sensasi. Sebuah kreativitas yang juga bisa terilhami dari apa saja yang kemudian diaplikasikan dalam guratan desain kebaya yang menarik dan menawan dari beberapa perancangan salah satunya dari Feri Setyawan . 


Senin, 04 April 2011

ANNE AVANTE

Tokoh :Designer Kebaya Modern Indonesia

CIRI KHAS RANCANGAN ANNE:
Mewah, detail pada penempatan payet, bebatuan, dan aplikasi lace modern, anggun, serta elegance.

 Nama Anne Avante saat tidak bisa dipisahkan dari kebaya khususnya kebaya modern, begitupun sebaliknya. Mungkin begitulah pendapat sebagaian besar masyarakat Indonesia terhadap sosok wanita sederhana yang sangat kreatif ini. Cukup fenomenal memang kehadirannya di dunia rancang kebaya. Tentu saja keberaniannya dalam berkreasi membawa angin segar didunia  fashion indonesia khususnya. 

Sebut saja, istilah kerah "drakuli" yang sangat populer untuk menyebut kerah tegak yang mirip kerah jubah Drakula, kerah dan lengan asimetris , lengan kelelawar , pemakaian full payet  warna warni yang diaplikasikan secara kretif dan artistik sehingga muncul istilah "Kebaya Payet' . Itu sebagian dari inovasi yang merupakan nafas baru bagi dunia kebaya tanah air yang diprakasain oleh Anne Avante.

Kamis, 31 Maret 2011

KEBAYA



Sebuah Kebaya adalah kombinasi blus-pakaian tradisional yang dikenakan olehwanita di Indonesia, Malaysia, Brunei, Burma, Singapura, Thailand selatan. Kadang-kadang terbuat dari bahan tipis dan biasanya dikenakan dengan sarung atau kainbatik Panjang, atau pakaian tenunan tradisional lainnya seperti tenun ikat, songketdengan motif warna-warni.
Kebaya adalah busana nasional Indonesia, meskipun lebih akurat endemik Jawa,Sunda dan Bali [1] orang.

Etimologi

Kebaya terinspirasi dari pakaian kawasan Arab; [2] abaya kata bahasa Arab berartipakaian.

Sabtu, 26 Maret 2011

Kebaya Kartini Modern




Kebaya merupakan identitas dan jati diri perempuan Indonesia. Sejak zaman dahulu, kebaya memiliki kekuatan, bukan sekadar pakaian yang menutupi tubuh. "Zaman perang melawan penjajah, kebaya yang dikenakan para perempuan mengisyaratkan sebagai simbol perjuangan mereka. Seperti kebaya yang dikenakan Ibu Kartini, yang memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia," kata perancang Amy Atmanto.
Selasa lalu, Amy kembali menyuguhkan kebaya dalam pameran busana bersama perusahaan retail fashion asal London, Harvey Nichols, di Grand Indonesia, Jakarta. Acara yang berkaitan dengan Hari Kartini itu mengusung tema “I am a Woman, Bangga Perempuan Indonesia Berdaya dan Berkarya”. "Kebaya menjadi simbol penting yang kini dikenakan para Kartini modern," ujar perempuan kelahiran Jakarta, 19 Agustus 1973, itu.

Jumat, 25 Maret 2011

Re: Kebaya Encim dan Sarung Nyonya

ER:
Kata encim berasal dari Julukan atau panggilan Wanita yang sudah bekerluarga
atau wanita usia paruh baya dari suku tionghoa. Kata "encim" sebenarnya tidak
ada dalam kamus Mandarin Tionghoa, Pangilan "encim" sebenarnya akulturasi bahasa
Hokkian untuk" Cici" atau kakak perempuan. Dan bahasa lokal betawi. Sehingga
kita mengenal ada kalimat betawi seperti "Engkong" yang berasal dari " Akung"
dalam bahasa mandarin untuk memanggil kakek. Pangilan "Encim" pada tempo dulu
adalah panggilan terhormat untuk memangil seseorang yang dituakan. Lain halnya
jaman sekarang Jika ada wanita paruh baya atau sudah menikah dari keturunan
tionghoa dipanggil "Encim" pasti marah, mengira penghinaan pada dirinya.
Padahal tempo dulu pangilan "Encim" adalah pangilan terhormat.

Kamis, 24 Maret 2011

Potret Kebaya Indonesia



Koleksi Anne Avantie/Sindo
Koleksi Anne Avantie/Sindo
KEBAYA, seperti juga sejarah, mengalir mengikuti waktu, beradaptasi dengan zaman yang semakin maju dan memiliki cerita panjang yang bisa ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi.

Dari sisi sejarah, kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, terutama perempuan Jawa, yang digunakan bersama kain. Namun pada akhir abad ke-19, kebaya juga populer sebagai busana para perempuan Belanda yang membutuhkan pakaian yang cocok dengan iklim tropis Indonesia. Selain itu, kebaya juga pernah populer di kalangan perempuan peranakan China sehingga muncul sebutan kebaya encim. Seiring berjalannya waktu, kebaya pun menjadi sebuah simbol feminisme, busana khas perempuan yang kini menjadi busana nasional.

Rabu, 23 Maret 2011

KECANTIKAN BUKAN SEGALANYA



Kecantikan bukanlah segalanya bahkan didunia modeling itu sendiri, yang konon katanya selalu menjujung tinggi kecantikan tetapi sesungguhnya adalah karakter. Kecantikan lebih kepada menonjolkan sesuatu yang bersifat visual belaka. Dimana seseorang yang mempunyai karakter yang kuat atas dirinya sendiri merupakan suatu yang lebih sulit dibangun dibanding kecantikan itu. Karena setiap manusia pasti mempunyai karakter yang berbeda.Manusia sebagai makhluk individu-sosialis mempunyai karakter sosial yang kuat berbeda dengan makhluk-makhluk hidup lainnya.Karakter Bisa disebut juga (Karakteristik),ataupun dalam bahasa inggris (charateristic).Untuk menunjukan ekstitensi dirinya manusia pasti mempunyai ciri khas karakter sendiri-sendiri.
Sebetulnya bukan barang baru didunia modeling. Seorang model, baik lewat foto maupun catwalk dituntut untuk menampilkan "Karakter" ketimbang kecantikan belaka. Lewat karakter yang kuat, kecantikan itu bisa terwujud dalam banyak bentuk .

Selasa, 22 Maret 2011

Jenis - jenis Kebaya Nasional

Indonesia memiliki warisan budaya yang tak ternilai harganya. Dengan keanekaragaman suku bangsa yang ada dan masing-masing memiliki adat istiadat sendiri, membuat karya budaya Indonesia menjadi beragam. Salah satunya seperti kebaya, yang telah menjadi busana nasional. Kebaya hadir sebagai manifestasi kreasi budaya yang tinggi. Puluhan tahun silam, model kebaya terlihat “biasa” saja, apalagi jika melihat masa lampau, seperti di era Kartini. Saat itu, “_image_” kebaya tak lebih seperti baju daerah biasa yang pemakaiannya diselaraskan dengan kain panjang bermotif yang umumnya berasal dari Jawa. Penampilan secara keseluruhan pun tanpa menggunakan banyak detail, sehingga terkesan “kuno”.
Jenis-jenis Kebaya Nasional
Kebaya Kartini
Model kebaya yang dikenakan oleh perempuan ningrat semasa era R.A Kartini. Tak heran bila kebaya model ini disebut dengan istilah Kebaya Kartini. Potongannya mirip dengan Kebaya Encim, namun terdapat perbedaan, yakni lipatan pada bagian dada. Panjang kebaya juga menutup panggul. Ciri khas lainnya adalah lipatan kerah yang membentuk garis vertikal, sehingga membuat pemakainya terkesan lebih tinggi dan ramping.
Sumber photo : http://m.detik.com/read/2006/04/16/092353/576034/91/kebaya-di-hari-kartini






Minggu, 20 Maret 2011

SEJARAH KEBAYA DI INDONESIA




Kebaya: Ini IndonesiaApr 25, '07 12:26 AM
for everyone
Menurut Denys Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: silang Budaya (1996) Kebaya berasal dari bahasa Arab ‘Kaba’ yang berarti ‘pakaian’ dan diperkenalkan lewat bahasa Portugis ketika mereka mendarat di Asia Tenggara. Kata Kebaya diartikan sebagai jenis pakaian (atasan/blouse) pertama yang 
dipakai wanita Indonesia pada kurun waktu abad ke-15 atau ke-16 Masehi. Argumen Lombard tentu berterima terutama lewat analogi penelusuran lingustik yang toh sampai sekarang kita masih mengenal ‘Abaya’ yang berarti tunik panjang khas Arab. Sementara sebagian yang lain percaya Kebaya ada kaitannya dengan pakaian tunik perempuan pada masa kekasiran Ming di Cina, dan pengaruh ini ditularkan setelah imigrasi besar-besaran menyambangi semenanjung Asia Selatan dan Tenggara di abad ke-13 hingga ke-16 Masehi.

Terlepas dari asal usulnya yang Arab, atau Portugis, atau Cina, kita mahfum bahwa penyebarannya memang dari arah utara kepulauan Indonesia. Artinya, negara-negara yang terlewati oleh ekspansi ala Arab, Portugis, dan Cina bisa jadi memiliki versi kebayanya masing-masing. Dan akhirnya, Jawa menjadi destinasi penyebaran paling selatan, karena tidak ditemukan jejaknya lagi di kepulauan Pasifik barat atau semenanjung utara Australia. Artinya lagi, kali ini, Malaysia bisa dengan bebas mengklaim Kebaya sebagai salah satu pusaka tradisinya. Tentu tanpa mengatakan kalau jenis pakaian ini asalnya dari Malaysia—karena itu terdengar sangat bodoh.

Sabtu, 19 Maret 2011

Baju Kebaya


Baju Kebaya adalah pakaian tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia dan Malaysia yang dibuat dari kain kasa yang dikenakan dengan sarungbatik, atau pakaian tradisional yang lain seperti songket dengan motif warna-warni.
Dipercayai kebaya berasal daripada negara Arab dan membawa baju kebaya (yang Arabnya "abaya") ke Nusantara ratusan tahun yang lalu. Lalu menyebar ke MelakaJawaBaliSumatera, dan Sulawesi. Setelah penyesuaian budaya yang berlangsung selama ratusan tahun, pakaian itu diterima oleh penduduk setempat.


Sekumpulan wanita bergaya dengan baju kebaya

Memilih Warna Sesuai Peran

Di Saat akan menghadiri suatu acara pernikahan atau pesta, seringkali kita dihadapkan pada kebingungan yang sama tentang pilihan warna gaun pesta atau padanan kebayanya.Hal ini juga kita alami ketika hendak menjahit gaun pesta atau kebaya modern yang harus memadu madankan warna, kita mesti hati-hati agar tidak terlihat aneh atau terlalu mencolok sehingga tidak sesuai dengan acaranya. 
Warna Sesuai Peran
Warna Sesuai Peran

Artikel

Tips Memilih Bahan Busana Wanita
Monday, August 24, | by admin

Memilih kain yang nyaman digunakan didaerah tropis terutama yang digunakan sebagai bawahan. Kain yang ringan seperti linen, silk blends dan katun akan sangat membantu berpenampilan casual dan santai terutama pada saat cuaca cerah.
Sebaiknya dipilih bahan kain yang lebih berat untuk bawahan seperti rock A-line . Sebab silhouette dari A-line adalah segi tiga, ini kelihatan bagus apabila dipadu padankan dengan kain yang ramping, membuat kain seperti linen, silk, shantung dan woven cottons menjadi sempurna.