Selasa, 22 Maret 2011

Jenis - jenis Kebaya Nasional

Indonesia memiliki warisan budaya yang tak ternilai harganya. Dengan keanekaragaman suku bangsa yang ada dan masing-masing memiliki adat istiadat sendiri, membuat karya budaya Indonesia menjadi beragam. Salah satunya seperti kebaya, yang telah menjadi busana nasional. Kebaya hadir sebagai manifestasi kreasi budaya yang tinggi. Puluhan tahun silam, model kebaya terlihat “biasa” saja, apalagi jika melihat masa lampau, seperti di era Kartini. Saat itu, “_image_” kebaya tak lebih seperti baju daerah biasa yang pemakaiannya diselaraskan dengan kain panjang bermotif yang umumnya berasal dari Jawa. Penampilan secara keseluruhan pun tanpa menggunakan banyak detail, sehingga terkesan “kuno”.
Jenis-jenis Kebaya Nasional
Kebaya Kartini
Model kebaya yang dikenakan oleh perempuan ningrat semasa era R.A Kartini. Tak heran bila kebaya model ini disebut dengan istilah Kebaya Kartini. Potongannya mirip dengan Kebaya Encim, namun terdapat perbedaan, yakni lipatan pada bagian dada. Panjang kebaya juga menutup panggul. Ciri khas lainnya adalah lipatan kerah yang membentuk garis vertikal, sehingga membuat pemakainya terkesan lebih tinggi dan ramping.
Sumber photo : http://m.detik.com/read/2006/04/16/092353/576034/91/kebaya-di-hari-kartini







              Kebaya Encim 
Merupakan hasil kombinasi antara baju Shanghai khas China dengan kebaya khas Melayu. Biasanya kebaya encim ini terbuat dari bahan organdi atau katun, model kerah V dengan bordiran sebanjang kerah sampai bawah (bagian sisi yang menerus sampai kerah)
Sumber Photo : http://www.antarafoto.com/seni-budaya/v1282137926/kebaya-encim-indonesia







Kebaya Jawa
Kebaya model ini bentuknya simpel dengan potongan leher V, panjangnya sampai menutup panggul. Motifnya biasa sehingga memberi kesan sederhana. Bahan biasanya terbuat dari kain transparan bermotif yang diaplikasikan dengan pakaian dalam atas.



Kebaya Bali
Bentuk detail dari kebaya Bali adalah tambahan obi yang melilit pada bagian pinggang.
Bahan biasanya dari brokat dan kain katun. Tambahan obi tersebut bisa langsung terpasang pada kebaya atau bisa berupa kain yang ditambahkan terpisah dari kebaya.
Sumber photo : Bali Kebaya
http://balikebaya.com/?p=3713



Kebaya Kutubaru
Pada dasarnya bentuknya sama dengan kebaya umumnya, hanya saja yang membedakan adanya tambahan kain untuk penghubung sisi kiri dan kanan kebaya pada bagian dada dan perut. Pemakaiannya perlu ditambahkan stagen (kain yang dililitkan pada bagian perut) atau korset agar terlihat lebih singset.

Sumber photo :  http://id.omg.yahoo.com/galleries/photos/di-balik-layar-pernikahan-dian-sastro-29-3.html


Tren Kebaya


Dunia fashion, terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.. Kebaya, kedengarannya memang tradisional. Namun sekarang, namanya sudah diembel-embeli kata ‘modern’. Kemajuan desainnya sudah sangat luar biasa. Model, motif dan kreasi baju kebaya selalu bergerak dinamis. Bahkan, kebaya seringkali diikutsertakan dalam berbagai peragaan busana modern. Kebaya modern memang cocok digunakan untuk pesta resmi. Termasuk acara pernikahan. Tidak hanya orang dewasa, para remaja pun kini berani menggunakan kebaya. Tentu saja dengan model yang lebih simpel, plus bawahan celana kain atau jeans.
 Photo from : http://trend-fashion-beauty.blogspot.com/2011_03_01_archive.html
Kombinasi berbagai kebaya nasional mulai dari kebaya Jawa, kebaya Bali, kebaya Encim, kebaya Kartini, menghasilkan busana nasional yang bentuk dan motifnya baru. Kini kebaya tidak hanya dijumpai pada acara-acara tradisional. Kebaya kini telah merambah dunia fesyen, dan bukan lagi ibu-ibu yang mengenakan kebaya, tetapi kaum muda sudah banyak yang berminat dan bangga mengenakan busana nasional Indonesia ini.(pipit)
Sumber : Kebaya Warisan Budaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar